BIDANG KEMAKMURAN MASJID – Almuhajirin Bojong Gede Gaperi 1 Bojong Depok Baru Satu-BDB1
  • ***“Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat terhadap sesama manusia.”( HR Ibnu Hibban dan At-Tabrani)*** Sesungguhnya akhlak yang buruk merusak amal sebagaimana cuka merusak madu.” (HR At-Tabrani)***
Rabu, 3 Juni 2026

BIDANG KEMAKMURAN MASJID

BIDANG KEMAKMURAN MASJID
Bagikan

KETUA  : Encep Syafe’i S.Ag

1.Sub Bidang Peribadatan Dan Dakwah

  • Ketua     : Saalih Hasyim
  • Anggota : Annas Mustofa S.Pd.

2.Sub Bidang PHBI.

  • Ketua     : H.Herry Muharam
  • Anggota : Adi Saputra
  • Anggota : Rizal Saukani
  • Anggota : M. Natsir

3.Sub Bidang Pemberdayaan dan Potensi Muslimah

  • Ketua     : Suyarti
  • Sekretaris : Lily Elyana
  • Bendahara : Hj. Dewi Musyowa’i

  Seksi Pembinaan dan Pemberdayaan

  • Ketua     : Yuyun Nuryanti / Maryana Sintya
  • Anggota : Majelis Ta’lim Tarbiyatul Ummahat
  • Anggota : Majelis Ta’Lim Assaadah

4. Sub Bidang Pemuda dan Remaja.

  • Ketua     : Fahmi
  • Wakil Ketua : Mohammad Fadil
  • Sekretaris : Nanang
  • Bendahara : Sugiono

Seksi Pembinaan Dan Pemberdayaan

  • Ketua     : Didit
  • Anggota : Indra

5. Sub Bidang Layanan Umum, Humas dan Kerja Sama

  • Ketua     : Parmin
  • Anggota Humas : Sukendar Hadisanjaya
  • Anggota Layanan Umum : Dali Masarmiyan, H.Sofianuddin
  • Anggota : Ketua RT 01 s.d RT 10 RW 08
  • Anggota : Ketua RT 01/15, Ketua RT di RW 18

* Penjelasan Sub Bidang Peribadatan Dan Dakwah

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat dakwah dan pendidikan umat. Sub bidang peribadatan dan dakwah dalam masjid memegang peranan penting dalam memfasilitasi kegiatan spiritual dan penyebaran nilai-nilai Islam. Berikut adalah beberapa aspek penting dari sub bidang ini:

Peribadatan di Masjid

  1. Salat Berjamaah
    Salat berjamaah adalah salah satu ibadah utama yang dilaksanakan di masjid. Umat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan salat lima waktu secara berjamaah, yang tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar jamaah.
  2. Salat Jumat
    Salat Jumat adalah ibadah wajib bagi pria Muslim yang dilaksanakan seminggu sekali. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk mendengarkan khutbah yang berisi nasihat dan ajaran agama.
  3. Kegiatan Ramadan
    Selama bulan Ramadan, masjid menjadi pusat kegiatan ibadah seperti salat Tarawih, itikaf, dan buka puasa bersama. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan dan kebersamaan umat.

Dakwah di Masjid

  1. Khutbah dan Ceramah
    Khutbah dan ceramah merupakan media utama dakwah di masjid. Khutbah Jumat dan ceramah rutin memberikan pengajaran agama, menanamkan moral, dan membahas isu-isu sosial dari perspektif Islam.
  2. Kajian Keislaman
    Masjid sering mengadakan kajian keislaman yang melibatkan pembicara ulama atau ustaz. Kajian ini mendalami berbagai topik seperti tafsir Al-Quran, hadits, fiqh, dan akhlak.
  3. Kelas Pendidikan Agama
    Kelas pendidikan agama untuk anak-anak dan remaja sering diselenggarakan di masjid. Kegiatan ini mencakup belajar membaca Al-Quran, pelajaran agama, dan pembinaan karakter.
  4. Majelis Taklim
    Majelis taklim adalah pertemuan rutin yang dihadiri oleh jamaah untuk belajar agama secara mendalam. Ini adalah bagian integral dari dakwah yang mendukung pengembangan spiritual dan intelektual.

Peran Masjid dalam Komunitas

Masjid berfungsi sebagai pusat komunitas yang menyatukan umat dalam kegiatan ibadah dan sosial. Selain menjadi tempat peribadatan dan dakwah, masjid sering kali menjadi tempat untuk kegiatan sosial, seperti pengumpulan dana untuk amal, bantuan kepada yang membutuhkan, dan penyuluhan kesehatan.

Dengan mengoptimalkan sub bidang peribadatan dan dakwah, masjid dapat berperan lebih efektif dalam membina umat dan meningkatkan kualitas kehidupan spiritual serta sosial masyarakat.

* Penjelasan Sub Bidang PHBI

Pengelolaan masjid tidak hanya terbatas pada kegiatan ibadah sehari-hari. Salah satu aspek penting dalam manajemen masjid adalah pelaksanaan kegiatan besar yang dapat melibatkan jamaah dalam jumlah banyak. Salah satu sub bidang yang berperan dalam hal ini adalah Panitia Hari Besar Islam (PHBI). Berikut adalah penjelasan mengenai fungsi dan tanggung jawab PHBI dalam konteks masjid.

Fungsi PHBI

PHBI memiliki beberapa fungsi utama yang sangat penting dalam menjaga kelancaran dan keberhasilan pelaksanaan hari-hari besar Islam di masjid, antara lain:

  • Perencanaan Kegiatan: Menyusun rencana dan jadwal kegiatan untuk setiap hari besar Islam yang akan diperingati di masjid.
  • Koordinasi dengan Pengurus Masjid: Bekerja sama dengan pengurus masjid lainnya untuk memastikan semua persiapan berjalan lancar.
  • Pengadaan Dana dan Sumber Daya: Mengelola dan mencari dana serta sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan hari besar.
  • Pelaksanaan Acara: Memastikan pelaksanaan acara berjalan sesuai rencana, termasuk mempersiapkan tempat, logistik, dan keamanan.

Tanggung Jawab PHBI

Tugas dan tanggung jawab PHBI meliputi berbagai aspek untuk memastikan semua kegiatan berjalan dengan baik, seperti:

  • Menyusun Panitia Pelaksana: Membentuk tim kerja yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan setiap acara.
  • Promosi dan Publikasi: Menginformasikan kepada jamaah dan masyarakat sekitar tentang kegiatan yang akan diselenggarakan.
  • Evaluasi Kegiatan: Setelah kegiatan selesai, PHBI bertanggung jawab untuk melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas acara di masa mendatang.
  • Pelaporan Kegiatan: Menyusun laporan tertulis mengenai pelaksanaan kegiatan, termasuk pencatatan penggunaan dana dan evaluasi keberhasilan acara.

Hari Besar Islam yang Diperingati

Beberapa hari besar Islam yang biasanya diperingati dengan melibatkan PHBI antara lain:

  1. Idul Fitri: Perayaan setelah bulan Ramadan yang biasanya melibatkan salat Idul Fitri dan kegiatan sosial lainnya.
  2. Idul Adha: Perayaan hari raya kurban yang melibatkan penyembelihan hewan kurban dan pembagian daging kepada yang berhak.
  3. Maulid Nabi: Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW yang sering diisi dengan ceramah dan kegiatan keagamaan lainnya.
  4. Isra Mi’raj: Memperingati perjalanan malam Nabi Muhammad SAW yang biasanya dirayakan dengan ceramah dan doa bersama.

Dengan adanya sub bidang PHBI dalam masjid, diharapkan setiap perayaan hari besar Islam dapat berlangsung dengan khidmat dan penuh makna, serta memberikan manfaat bagi seluruh jamaah dan masyarakat sekitar.

*Penjelasan Sub Bidang Pemberdayaan dan Potensi Muslimah

Muslimah memiliki peran penting dalam upaya memakmurkan masjid. Peran ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pendidikan, sosial, hingga ekonomi. Dengan memberdayakan potensi yang ada, muslimah dapat menjadi penggerak utama dalam membangun komunitas yang lebih kuat dan berdaya.

Pemberdayaan Muslimah

Pemberdayaan muslimah dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain:

  • Pendidikan dan Pelatihan: Memberikan pendidikan agama dan keterampilan praktis kepada muslimah untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan mereka. Pelatihan ini bisa berupa pengajian, kursus keterampilan, maupun seminar kewirausahaan.
  • Kegiatan Sosial: Melibatkan muslimah dalam kegiatan sosial seperti bakti sosial, penggalangan dana, dan kegiatan amal lainnya yang dapat mempererat hubungan antar anggota komunitas dan meningkatkan rasa kepedulian sosial.
  • Pengembangan Ekonomi: Mendorong muslimah untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi melalui usaha kecil dan menengah (UKM) yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan komunitas.

Potensi Muslimah

Muslimah memegang potensi yang besar dalam berbagai bidang, di antaranya:

  • Kepemimpinan: Dengan membekali muslimah dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, mereka dapat menjadi pemimpin yang inspiratif dan efektif dalam komunitas.
  • Kreativitas: Muslimah sering kali memiliki kemampuan kreativitas yang tinggi yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan masjid, seperti mendesain program kegiatan yang menarik dan bermanfaat bagi komunitas.
  • Pengajaran dan Pendidikan: Banyak muslimah yang memiliki kemampuan dalam bidang pengajaran, baik pendidikan formal maupun non-formal, yang dapat digunakan untuk mendidik generasi muda dan anggota komunitas lainnya.

Kesimpulan

Pemberdayaan muslimah dalam konteks bidang kemakmuran masjid adalah upaya yang sangat penting dan strategis. Dengan mengoptimalkan peran dan potensi muslimah, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pengembangan sosial, pendidikan, dan ekonomi. Ini akan membantu menciptakan masyarakat yang lebih harmonis, sejahtera, dan berdaya.

*Penjelasan Sub Bidang Pemuda dan Remaja

Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pendidikan bagi masyarakat sekitarnya. Dalam konteks ini, sub bidang pemuda dan remaja memiliki peranan penting dalam bidang kemakmuran masjid. Keterlibatan mereka dapat membawa energi baru dan ide-ide segar yang mendukung perkembangan masjid secara keseluruhan.

Peran Pemuda dan Remaja

Pemuda dan remaja dapat berperan aktif dalam kemakmuran masjid dengan berbagai cara, antara lain:

  • Pengembangan Kegiatan Sosial dan Pendidikan: Mengadakan kegiatan seperti diskusi, seminar, atau workshop yang menarik minat mereka. Topik-topik bisa beragam, mulai dari keagamaan, motivasi, hingga pengembangan keterampilan.
  • Partisipasi dalam Manajemen Masjid: Melibatkan pemuda dalam pengelolaan masjid, seperti di bidang administrasi, keuangan, atau perencanaan program, dapat memberikan mereka pengalaman berharga dan rasa memiliki terhadap masjid.
  • Inovasi Teknologi dan Media Sosial: Pemuda dan remaja yang melek teknologi dapat membantu masjid memanfaatkan media sosial dan teknologi digital untuk menyebarkan informasi dan menjangkau jamaah lebih luas.

Tantangan dan Cara Mengatasinya

Terdapat beberapa tantangan dalam melibatkan pemuda dan remaja dalam kemakmuran masjid, di antaranya:

  • Ketertarikan yang Kurang terhadap Kegiatan Keagamaan: Untuk mengatasi hal ini, kegiatan yang diadakan harus relevan dan menarik bagi mereka. Menggunakan pendekatan yang kreatif dan interaktif bisa menjadi solusi.
  • Kurangnya Kesadaran akan Peran dan Tanggung Jawab: Melalui edukasi yang tepat dan pembinaan, pemuda bisa lebih memahami pentingnya peran mereka dalam masyarakat dan masjid.
  • Komunikasi Antar Generasi: Terkadang terdapat kesenjangan antara generasi tua dan muda. Dialog terbuka dan saling mendengarkan dapat membantu menjembatani perbedaan ini.

Manfaat bagi Kemakmuran Masjid

Pelibatan pemuda dan remaja dalam kegiatan masjid membawa banyak manfaat, seperti:

  • Regenerasi Pengurus: Dengan melibatkan pemuda, masjid dapat memastikan adanya regenerasi yang berkelanjutan dalam kepengurusan masjid.
  • Dinamika dan Inovasi: Energi dan kreativitas pemuda dapat membawa dinamika baru dan inovasi yang mendorong kemajuan masjid.
  • Pembangunan Komunitas yang Solid: Keterlibatan aktif pemuda dan remaja dalam kegiatan masjid dapat memperkuat ikatan komunitas dan mendorong terciptanya lingkungan yang harmonis dan inklusif.

Melalui pendekatan yang tepat, sub bidang pemuda dan remaja dapat menjadi salah satu pilar utama dalam memajukan kemakmuran masjid dan membawa dampak positif bagi masyarakat.

*Penjelasan Sub Bidang Layanan Umum,Humas dan Kerja Sama.

Layanan umum berfokus pada penyediaan fasilitas dan kenyamanan bagi jamaah dalam melaksanakan shalat. Berikut adalah beberapa tanggung jawab yang biasanya ditangani oleh bagian ini:

  • Kebersihan dan Kerapihan: Menjaga kebersihan area shalat, termasuk tempat wudhu, toilet, dan ruang shalat itu sendiri, sangat penting untuk kenyamanan jamaah.
  • Pengaturan Tempat dan Alat Shalat: Menyediakan sajadah, mukena, dan sarana pendukung lainnya. Pengaturan tempat juga mencakup penataan saf agar jamaah dapat beribadah dengan tertib.
  • Keamanan dan Keselamatan: Memastikan keamanan jamaah dan barang-barang pribadi mereka. Ini termasuk pengawasan dan pengaturan lalu lintas sekitar area shalat.

Peran Humas dalam Pelaksanaan Shalat

Humas berperan dalam komunikasi dan informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan shalat. Ini termasuk:

  • Pengumuman Jadwal Shalat: Menyebarkan informasi mengenai waktu pelaksanaan shalat dan acara keagamaan lainnya melalui berbagai media seperti papan pengumuman, website, dan media sosial.
  • Menyampaikan Informasi Penting: Mengkomunikasikan informasi penting lainnya, seperti perubahan jadwal, kegiatan tambahan, atau peraturan khusus yang harus diikuti.
  • Hubungan dengan Komunitas: Membina hubungan baik dengan masyarakat sekitar, termasuk memberikan informasi dan edukasi mengenai kegiatan keagamaan yang diadakan.

Kerja Sama dalam Pelaksanaan Shalat

Kerja sama adalah kunci sukses dalam pelaksanaan shalat, terutama ketika diadakan di skala besar seperti shalat Idul Fitri atau Idul Adha. Beberapa aspek kerja sama yang krusial meliputi:

  • Kolaborasi Antar-Organisasi: Bekerja sama dengan organisasi lain, seperti lembaga pemerintahan, ormas, dan kelompok masyarakat dalam menyelenggarakan acara shalat.
  • Koordinasi dengan Relawan: Melibatkan relawan untuk membantu dalam pengaturan dan pelaksanaan shalat, memastikan semua aspek berjalan lancar.
  • Kerjasama dengan Pihak Keamanan: Berkoordinasi dengan pihak kepolisian atau keamanan setempat untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan shalat.

Dengan adanya layanan umum yang baik, komunikasi efektif melalui humas, dan kerja sama yang solid, pelaksanaan shalat dapat berjalan dengan lancar dan khusyuk. Hal ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan jamaah tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan keagamaan di masyarakat.

SebelumnyaBIDANG PENDIDIKANSelanjutnyaBIDANG USAHA
Masjid Jami Al Muhajirin BDB Satu
Yayasan Masjid Al Muhajirin BDB 1 Jl.Abdul Halim ,RW 08 Desa Kedung Waringin,Kec. Bojonggede-Bogor-Jawa Barat | Email:Almuhajirinbdb1@gmail.com
Luas Area2350 m2
Luas Bangunan900 m2
Status LokasiHAK PAKAI
Tahun Berdirimerintis dari tahun 90an